cara ber ihram di pesawat, cara ihram dipesawat, cara ihram diatas pesawat

Bagaimana Tata Cara Berihram di Atas Pesawat???

Tata Cara Ihram di atas Pesawat

Berikut ini adalah penjelasan seputa tata cara ihram diatas pesawat karena tatkala melewati miqot ia sedang berada diatas pesawat, sebagaimana jamaah haji yang datang pada gelombang kedua.

Pertama:

Jika Seseorang yang tengah berangkat haji maka disunnahkan untuk mandi di Miqot, namun dengan melihat kondisi kepadatan jamaah yang sangat luar biasa maka beberapa ulama  membolehkan mandi di rumah atau di hotel menjelang keberangkatan.

Demikian juga yang ihromnya berada dipesawat, jika tidak memungkinkan untuk mandi maka dibolehkan untuk mandai sebelum naik pesawat. ( Fataawa Bin Baaz 16/172 dan 17/38).

Kedua:

Seorang yang berihrom si pesawat hendaknya sudah melakukan persiapan dengan memakai kain ihram tatkala menjelang sampai ke zona miqot.

Dia baru berniat ihrom setelah ada pemberitahuan dari pihak pesawat sudah berada di zona miqot.

Namun, apabila ia khawatir tertidur sehingga miqotnya terlewat atau tidak ada yang memberitahukan kapan pesawat berada berada di zona miqot, ataupun jika menurut prasangkanya pemberitahuan bisa terlambat, maka hendaknya ia berhati-hati sehingga dibolehkan untuk berniat ihrom sebelum miqot. (sumber : Majmu’ Fataawa Ibni Baaz 17/48).

Baca Juga: Paket Umroh Reguler

Hukum Ihram Sebelum Miqat

Pada dasarnya hukum asal berihram sebelum miqat adalah makruh. Seseorang yang akan berihram semestinya berada ditempat miqatnya atau tepat dititikmya.

Seperti penduduk madinah apabila mereka akan berihram, maka hendaknya di miqot mereka yaitu Dzulhulaifah (Bir’Ali), bukan di masjid Nabawi atau Hotel, hal ini dikarenakan hotel atau masjid Nabawi letaknya sebelum Miqat.

Akan tetapi, jika kita melihat kondisi dimana pesawat yang terbang dengan kecepatan tinggi hingga mencapai 1000 km/jam, maka orang yang berihram boleh berihram sebelum bermiqat meskipun jarak 10 atau 30 menit.

Meskipun hukum asalnya adalah makruh, namun seperti yang kita tahu bahwa dalam kaidah ushul fiqih bahwasannya jika dalam kondisi yang dibutuhkan ( haajah) maka hukum makruhnya menjadi hilang karena haajah ditempatkan menempati posisi darurat.

Para ulama telah bersepakat bahwa berihram sebelum miqot hukumnya sah. Ibnul Munzir Berkata:

“Dan para ulama telah ijmak (sepakat) bahwasanya barang siapa yang berihram sebelum miqot maka ia telah sah berihram” (Al-ijma’ hal 51)

Ketiga: 

Jika ternyata ia lupa membawa kain ihromnya diatas pesawat, maka ia tetap harus berihrom diatas pesawat sebelum pesawat mendarat di bandara Jeddah.

Dan ia tetap memakai celananya, akan tetapi ia tidak boleh memakai peci ( penutup kepala) dan tidak boleh memakai baju.

Nabi Sollalloohu alaihi wassalam bersabda:

“Barang siapa yang tidak mendapati izar (kain ihram) maka hendaknya ia memakai celana panjang, dan barang siapa yang tidak mendapati dua sandal maka hendaknya ia memakai sepatu” (HR Al-Bukhari dari hadits Ibnu Umar no 5852 dan Muslim dari hadits Jabir no 1179)

Jika ia memiliki kain yang bisa digunakan sebagai penutup badannya maka wajib baginya untuk membuka bajunya dan menjadikannya kain tersebut sebagai kain ihram atasnya.

Namun, jika tidak ada maka ia tetap memakai baju hingga pesawat mendarat lalu ia mengganti baju dan celananya dengan kain ihram dan ia membayar fidyah atas pelanggaran yang ia lakukan yaitu memakai baju.

Fidyah tersebut adalah salah satu dari tiga pilihan , yaitu berpuasa selama tiga hari atau meneyembelih satu ekor kambing, atau memberikan sedekah kepada 6 orang fakir miskin, masing-masing 1//2 zakat fitrah (yaitu sekitar 1,3 kg beras). (Lihat Majmuu’ Fataawa Bin Baaz 17/48-49).

Adapun bagi wanita, untuk berihram dipesawat lebih mudah, hanya tinggal berniat saja ketika melewati atau mendekati zona miqot.

WhatsApp chat